Berbagai Macam Jenis Hutang

Spread the love

Hutang bisa kalian lakukan pada lembaga baik itu resmi maupun lembaga yang lain bahkan juga pada perorangan. Jika berbicara mengenai hutang banyak dari kalian yang belum paham perihal jenis hutang yang mana secara umum dibagi menjadi dua yaitu hutang jangka panjang dan jangka pendek.

Bagi kalian yang belum mengetahui perbedaan di antara keduanya perihal pengertian, perbedaan, dan juga jenisnya maka bisa menyimak informasi berikut ini untuk lebih jelasnya.

Pengertian Hutang Jangka Panjang & Pendek

  1. Hutang Jangka Pendek

Hutang jangka pendek merupakan segala bentuk pembiayaan yang nantinya akan dibayarkan dalam jangka 12 bulan berjalan. Jika kalian melakukan pinjaman dan perkiraan pembayaran berlangsung selama 12 bulan ataupun kurang, maka pinjaman tersebut dinamakan dengan hutang jangka pendek.

Itu tentunya sudah disepakati di antara kedua belah pihak guna menyelesaikan hutang. Ketika pihak peminjam tidak mampu untuk mengembalikan hutangnya, maka cara penyelesaian lainnya dengan cara pemotongan hasil sementara dari si investor ataupun bisa dengan kebijakan deviden.

Namun untuk kebijakan deviden tadi biasa akan sangat jarang diterapkan pada pinjaman jangka pendek. Untuk kalian yang melakukan pinjaman sudah barang tentu akan mengetahui perihal besaran biaya yang harus dibayarkan dan jangka waktunya.

  1. Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah salah satu bentuk produk pinjaman dan waktu pembayaran ataupun pelunasannya diberikan tenggat waktu yang tergolong cukup lama bila dibandingkan dengan pinjaman jangka pendek.

Waktu pelunasannya biasanya dalam jangka waktu lebih lama dan lebih dari satu tahun. Dalam pelunasan hutang ini, pada umumnya perusahaan akan mempergunakan aktiva lancar ataupun dengan melakukan perhitungan pendapatan yang ada di luar hutang jangka pendek.

Melihat hal tersebut tentu saja dana yang dipinjam akan memiliki nilai besar, namun tetap saja untuk pelunasannya berdasarkan dengan perhitungan waktu yang sudah ditentukan. Pelunasan menggunakan aktiva lancar dengan menggunakan aset perusahaan dengan menggunakan dana akses yang akan selalu berjalan.

Hal semacam itu tentunya akan membuat perusahaan bisa terus berkembang dengan tetap mempergunakan hutang jangka panjang. Aktiva lancar biasanya memiliki sifat permanen yang mana artinya tidak akan hilang serta mampu menjadi back up perusahaan.

Jenis Hutang Jangka Panjang

  1. Hutang Hipotek

Hipotek merupakan jenis hutang yang dananya akan diberikan sesuai dengan perjanjian awal dan jaminannya berupa harta tetap dari pemohon. Akan tetapi jika terdapat situasi dimana peminjam tidak bisa melakukan pelunasan maka langkah yang akan diambil berupa penyitaan ataupun pengambilalihan barang yang dijaminkan sebelumnya.

Sehingga pihak yang dihutangi sudah memiliki hak atas apa yang menjadi tanggungan dari peminjam hutang. Tentunya perjanjian tersebut sudah disepakati di awal terlebih dahulu, maka sebelum melakukan pinjaman akan ada perjanjian terlebih dahulu.

  1. Hutang Obligasi

Hutang obligasi merupakan jenis hutang yang dananya cair setelah turunnya surat obligasi. Surat obligasi adalah surat yang mempunyai jenis serta kesesuaian dalam sebuah pengajuan hutang piutang.

Sebelum terjadinya sebuah hutang piutang akan dilihat dahulu nominal yang ada pada surat obligasi tersebut. Jika sudah sesuai, dana hutang dipinjamkan yang berupa nominal pada surat obligasi tadi.

Jenis Pinjaman Jangka Pendek

  1. Hutang Dagang

Ini merupakan jenis pinjaman dan jangak waktu pelunasannya membutuhkan waktu singkat. Utang ini terjadi jika perusahaan ataupun seseorang melakukan sebuah pinjaman ataupun kredit untuk mendapatkan suatu barang tertentu.

  1. Hutang Wesel

Hutan wesel merupakan jenis pinjaman yang akan terjadi ataupun dilakukan seseorang dengan menggunakan bukti secara tertulis. Di dalam surat itu tidak memerlukan syarat ataupun jaminan yang digunakan sebagai syarat pinjaman.

  1. Dividen

Jenis hutang ini biasanya akan diberikan kepada investor. Investor tadi merupakan orang yang dananya dihutangi guna keperluan penggunaan sebuah perusahaan. Nantinya untuk sistem pembayaran menggunakan yang namanya pembagian dana.

  1. Pendapatan Diterima di Muka

Jenis hutang ini adalah pendapatannya akan diperoleh terlebih dahulu. Jadi pemilih usaha tidak akan didapatkan ketika produk ataupun jasa belum diberikan ke konsumen ataupun pelanggan.

  1. Hutang Biaya

Hutan ini terjadi ketika pemilik usaha mencatatkan hutang tersebut ke dalam beban pengeluaran. Pembayaran akan dilakukan pada saat waktu jatuh tempo dari hutan tersebut masih tergolong jauh.

Perbedaan Hutang Jangka Waktu Pendek dan Panjang

Bila berbicara mengenai perbedaan keduanya sangat terlihat jelas pada segi pelunasan, fungsi serta pinjamannya. Hutang jangka panjang mempunyai waktu pelunasan yang tergolong cukup panjang, serta untuk hutang jangka pendek memerlukan waktu yang relatif lebih singkat.

Hutang jangka pendek, sang peminjam memiliki kewajiban agar melakukan pelunasan dengan segera kepada lembaga ataupun orang yang memberikan pinjaman. Untuk hutang jangka panjang, banyak persyaratan yang harus dipenuhi serta ada jaminan pinjaman.

Namun untuk hutang jangka pendek tidak diperlukan banyak persyaratan bahkan tidak ada jaminan pinjaman. Jadi dengan kata lain proses pencairannya juga lebih mudah namun untuk segi nominal yang dicairkan akan lebih sedikit dibandingkan hutang jangka pendek.

Jadi pada dasarnya hutang jangka panjang ataupun pendek akan dibayarkan sesuai dengan waktu jatuh temponya. Pastikan kalian akan melakukan pelunasan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan agar tidak terkena bunga yang lebih besar.